Tips Menghadapi Ujian Kuliah

 https://algofixs.blogspot.com/2018/02/tips-menghadapi-ujian-kuliah.html

 

Tips Menghadapi Ujian Kuliah

Belajar di awal, bukan hanya sewaktu dekat akan ujian

Sebenarnya kunci dari berhasilnya mahasiswa mendapat nilai yang bagus adalah mahasiswa tersebut memahami konsep dari mata kuliah yang diajarkan. Untuk memahami konsep serta semua poin dari suatu mata kuliah yang akan diujiankan tidak bisa dicapai dalam satu hari sebelum ujian. Yang banyak menjadi masalah pada mahasiswa adalah bahwa pada saat perkuliahan di kelas mahasiswa kurang memperhatikan apa-apa yang diajarkan dosen kemudian tidak mempelajari ulang apa yang diajarkan tersebut di rumah serta tidak menambah pengetahuan dari sumber-sumber lainnya mengenai materi mata kuliah tersebut. Apalagi mahasiswa tersebut hanya belajar satu hari sebelum ujian. Maka kemungkinan besar ia akan kesulitan pada waktu ujian dan nilainya akan terancam jelek.

Kalau Anda seorang mahasiswa dan menginginkan nilai yang bagus, maka pahami semua yang diajarkan oleh dosen, rajinlah masuk, tangkap apa-apa saja yang diajarkan, tanya pada orang-orang yang lebih ahli bila mengalami kesulitan, tambah materi dari sumber-sumber lain. Lakukan hal ini terhadap semua mata kuliah. Dengan melakukan hal tersebut maka Anda tidak menghafal pelajaran lagi, tapi memahami konsep pelajaran tersebut sehingga apa pun bentuk soalnya, Anda akan mudah untuk menjawabnya pada waktu ujian.

Memang dibutuhkan kemauan yang keras, motivasi yang tinggi di sini. Tapi ini semua untuk kesuksesan Anda nantinya juga. Kalau Anda memang menaruh minat yang besar terhadap bidang jurusan Anda dan ingin menjadi ahli di bidang ilmu Anda maka pengorbanan Anda tidak akan menjadi masalah. Anda akan bersedia mati-matian (istilah kasarnya) untuk belajar karena Anda menyukainya bukan karena terpaksa atau menganggap mempelajari pelajaran tersebut adalah beban atau kewajiban bagi Anda. Kecuali kalau Anda salah masuk jurusan di mana Anda tidak suka dengan mata-mata kuliah di jurusan Anda tersebut, maka Anda akan menghadapi “neraka” di kampus. Memang itulah kenyataannya bagi mahasiswa-mahasiswa yang salah masuk jurusan. Hari-hari terasa berat, tugas malas dikerjakan, belajar tidak minat maka nilai hancur pun akan diterima. Jadi, pupuklah minat Anda terhadap pelajaran atau mata kuliah di jurusan Anda agar Anda semangat belajar tiap hari, kalau bisa Anda harus penasaran dengan semua hal yang diajarkan dosen lalu aktif bertanya maka hal ini akan membuat lebih mudah untuk menghadapi ujian nantinya.

Jika Anda belajar di awal maka untuk satu hari sebelum ujian Anda tinggal mengulang-ulang pelajaran dengan santai atau mengerjakan latihan contoh soal untuk melengkapi supaya lebih mantapnya. Jika Anda tidak punya beban besar pada satu hari sebelum ujian, maka Anda akan lebih mudah menghadapi ujian besoknya, karena jika Anda punya beban besar maka Anda mempunyai kemungkinan gagal yang besar atau ketidakoptimalan dalam ujian tersebut karena pikiran Anda akan jadi kacau, susah mengingat pelajaran atau konsepnya atau susah memahami soal-soal yang diberikan.

Jadi, antisipasi sejak dini dengan cara belajar keras di awal untuk pemahaman dan menambah materi dari sumber lain sehingga bukan hafalan yang mudah dilupakan dan tidak berguna yang Anda dapatkan, tapi suatu materi yang dapat diingat dalam jangka waktu yang lama. Dengan belajar di awal akan mempermudah hari-hari Anda menjelang ujian.

Tips darurat

Saya menemukan suatu tips belajar darurat. Tips ini merupakan tips untuk kalau-kalau mahasiswa betul-betul dihadapi dengan keadaan harus belajar untuk ujian di saat satu hari sebelum ujian. Hal ini dengan asumsi mahasiswa tersebut hadir minimal 90% dari kehadiran total dosen pada satu semester. Tips ini saya dapatkan karena pengalaman saya sendiri.
Tips belajar darurat, sebagai berikut.
  • Lengkapi catatan Anda selengkap-lengkapnya, pinjam dan fotokopi catatan dari teman Anda yang paling rajin mencatat.
  • Sediakan minimal satu buku cetak tentang mata kuliah tersebut yang menjadi pegangan dosen (buku wajib yang ditentukan dosen).
  • Catat kembali semua isi catatan mata kuliah tersebut (sambil memahaminya) dan imbangi dengan buku pelajaran pegangan tadi.
  • Sediakan waktu dua jam untuk review atau mengulangi kembali membaca catatan yang dicatat kembali tersebut.

Jangan biarkan satu soal pun tidak mempunyai jawaban

Soal yang dibiarkan kosong sudah dipastikan tidak akan diberi nilai oleh dosen alias untuk soal tersebut nilainya adalah nol. Lain halnya jika soal diisi jawaban walaupun jawaban yang pendek. Hal ini akan memberikan efek seperti adanya nilai kasihan atau siapa tahu jawaban Anda tersebut secara kebetulan adalah mendekati jawaban yang benar sehingga ada nilai untuk Anda. Tapi ada juga dosen yang tidak mempunyai nilai kasihan, jadi kalau jawaban Anda salah, tidak ada nilai upah menulis untuk Anda. Hal ini tergantung dari sifat soal dan sifat dosennya. Jika sifat soal menginginkan jawaban yang pasti, dan dosen yang bersangkutan tidak mempunyai nilai kasihan maka sudah pasti nilai Anda akan nol jika Anda menjawab tapi salah. Tapi jika dosen Anda mempunyai sifat yang terlalu “baik” dan menghargai usaha Anda, mungkin Anda akan diberi sedikit nilai walaupun jawaban Anda salah.
Tapi jika soal menginginkan jawaban berupa pendapat atau komentar atau tidak bersifat ilmu pasti maka jika Anda menjawab maka ada kemungkinan nilai Anda akan lebih baik daripada Anda tidak menjawabnya.

Saya menyarankan jawablah soal-soal ujian semampu Anda, jawablah semua soal tanpa terkecuali tentunya setelah mengerjakan soal yang Anda anggap lebih mudah terlebih dahulu. Semua soal harus ada isinya, jangan dibiarkan kosong. Jika Anda belajar ataupun Anda memakai metode belajar darurat maka Anda berkemungkinan besar bisa menjawab soal-soal tersebut semampu Anda. Maksud dari semampu Anda bukan berarti Anda tahu semua jawaban pasti dari soal-soal tersebut, tapi dengan kemampuan Anda mengingat, menganalisis, maka Anda dapat menjawab soal-soal tersebut semuanya walaupun belum tentu benar atau salah jawaban Anda. Jangan terlalu dipikirkan salah atau tidaknya, tapi jawablah semampu Anda. Untuk soal yang bersifat kuantitatif yang memakai rumus memang sulit jika mahasiswa tersebut betul-betul tidak tahu rumusnya. Tapi ingat, jangan sampai menyontek, karena menyontek tersebut menandakan Anda adalah mahasiswa yang tidak berkualitas.
Jika soalnya menghendaki kuantitatif dengan rumus dan Anda betul-betul tidak tahu rumusnya, maka gunakan imajinasi Anda dan memori otak Anda. Ingat-ingatlah sewaktu Anda tatap muka kuliah dengan dosen yang memberikan ujian tersebut, siapa tahu Anda dapat mengingat walaupun samar-samar tentang rumus tersebut yang Anda tidak ketahui atau lupa pada waktu ujian.

Jika rumus tersebut samar-samar dalam ingatan Anda waktu ujian, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk mencari solusinya, yaitu mengingat kembali saat kuliah dengan dosen tersebut dan siapa tahu rumus tersebut dipakai pada saat kuliah tatap muka itu. Gunakanlah memori otak Anda. Bila Anda masih samar-samar mengingat rumus tersebut, maka pandai-pandailah untuk menerka rumus tersebut berdasarkan keadaan yang samar-samar tersebut. Coba Anda tebak saja rumusnya berdasarkan informasi yang samar-samar tersebut dan kemudian Anda jawab dengan segera. Betul atau salah jangan lagi dipikirkan. Yang penting Anda menjawab semua soalnya. Sebenarnya semakin baik persiapan Anda untuk ujian serta aktif di kelas maka semakin mudah Anda mengingat materi atau rumus.

Tapi yang perlu diingat, kerjakanlah soal-soal yang lebih mudah terlebih dahulu dan akali dengan kemampuan otak Anda yang luar biasa untuk soal-soal yang tersisa yang menurut Anda sulit. Jangan biarkan jawaban Anda kosong dan ingat, jangan menyontek!

No comments